Sondag, 26 Mei 2013

Python molurus


 

Python molurus yang kita sebut dengan ular sanca bodo atau Asiatic Rock Python termasuk salah satu binatang langka yang dilindungi undang-undang di Indonesia. Ular sanca bodo (Python molurus) dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999.
Ular sanca bodo terdiri atas dua anak jenis (subspesies) yaitu Python molurus, 
tipe jenis molurus yang dapat kita dijumpai di negara India, Bangladesh, Pakistan hingga Nepal dan Python molurus bivittatus yang hidup secara alami di Indochina termasuk Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sumbawa, dan Sulawesi).



Ular sanca bodo (Python molurus) disebut juga Burmese Python, Ular sanca bodo dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Asiatic Rock Python, Burmese Python, atau Tiger Python. Sedangkan dalam bahasa latin, ular yang banyak dijadikan peliharaan ini disebut Python molurus (Linnaeus, 1758) sebagai yang bersinonim dengan Coluber molurus (Linnaeus, 1758). Ular sanca bodo termasuk ular besar lantaran mampu mencapai panjang 9 meter, meskipun rata-rata hanya mencapai 5 meter saja. Berat tubuh Burmese Python ini mampu mencapai 160 kg.

Description


Ular sanca bodo (Python molurus) mempunyai warna dasar kulitnya coklat muda hingga coklat tua, ada pula yang kuning atau krem, dengan belang-belang hitam atau coklat tua. Corak belang pada sanca bodo berupa jaringan dengan mata jaring hampir berbentuk segi empat.

Ular sanca bodo secara alami mendiami hutan tropis basah. Ular ini senang berada ditempat yang tidak jauh dari air atau tempat lembab bahkan kadang di dekat pemukiman. Ular sanca bodo lebih suka berada di tanah dari pada bergulung di pohon, tetapi sesekall dia akan memanjat pohon untuk mendapatkan sinar matahari guna menaikkan suhu tubuhnya.

Meskipun hewan ini termasuk binatang nokturnal (beraktifitas di malam hari), namun sanca bodo juga senang berkeliaran disiang hari. Hewan yang banyak dijadikan peliharaan ini ini mematikan mangsanya dengan cara melilit tubuhnya. 

Makanan kesukaan sanca bodo antara lain tikus, luwak, kera, bajing juga hewan besar seperti babi hutan, rusa dan kijang. Selain itu mereka makan pula burung dan ayam hutan.

Seekor ular bodo betina sekali bertelur bisa mencapai 40 butir bahkan lebih. Telur-telur tersebut akan menetas setelah 60-80 hari. Panjang anak yang baru menetas tersebut  berkisar 60-70 cm.
Ular sanca bodo tersebar di India, Bangladesh, Pakistan hingga Nepal hingga ke Indonesia, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Di Indonesia, ular sanca bodo (Python molurus) dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sumbawa, hingga sebagian Sulawesi. Beberapa dekade terakhir, hewan melata raksasa ini juga dapat ditemukan di hutan di Florida Amerika Serikat akibat banyak para pemeliharanya yang melepaskan hewan ini begitu saja ke alam liar.

Ular sanca bodo meskipun mulai langka di Indonesia tetapi populasinya masih dianggap banyak sehingga IUCN Redlist masih melabelinya dalam status konservasi “Near Threatened” (Hampir Terancam).
Satu yang pasti, meskipun hewan melata ini banyak dipelihara sebagai hewan peliharaan namun banyak yang tidak mengetahui bahwa ular sanca bodo ini termasuk hewan yang dilindungi sebagaimana saudara dekatnya sanca timor (Python timorensis) lantaran semakin langka di alam liar.



Klasifikasi

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Boidae
Genus : Python
Spesies : Python molurus


Mengenal lebih dalam lagi



Molurus Bittavius/ Burmese Python

Burmese python terdapat di India, Nepal, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, bagian utara, Semenanjung Malaysia, Vietnam dan ke arah timur ke Cina Selatan dan Hainan. Absen dari Kalimantan dan Sumatera, namun hadir di Jawa, Sulawesi dan pulau-pulau kecil Sunda Bali, Lombok dan Sumbawa.


Indian Rock Python:

indian rock python atau di sebut dengan Indian python terdapat di Pakistan, Nepal, India, Sri Lanka, Bhutan dan Bangladesh

Perbedaan spesies Molurus dan Molurus Bittavius ada perbedaan warna scale di bawah mata, dan bentuk moncong.




Molurus Dwarf adalah Subspesies.

Pembagian dan subspesies baru Molurus

Taksonomi dari python Burma telah cukup stabil untuk cukup banyak tahun - terdapat pertentangan validitas bentuk Pimbura dari Sri Lanka Deraniyagala,1945,yang tampaknya kebanyakan ilmuwan saat ini sepakat untuk menyatakan variasi dari typeform (molurus)

Sebuah studi baru oleh Jacobs, Auliya dan Böhme (2009),berfokus pada taksonomi bivittatus,menyimpulkan, berdasarkan perilaku dan morfologi dan fakta bahwa populasi bivittatus ditemukan terisolasi dalam distribusi molurus yang khas,tanpa bukti hibridisasi,bahwa bivittatus adalah spesies terpisah dari molurus.

Disamping itu,bentuk python Burma dari Sulawesi ditunjukkan dalam bentuk kerdil (dwarf),jarang melebihi 200 cm (2 meter),terisolasi dari bivittatus lainnya secara geografis,dan dibedakan oleh ukuran telur dan ukuran remaja,kurang dari setengah ukuran khas bivittatus. Bentuk ini digambarkan sebagai subspesies baru - Bivittatus Progschai.

Taksonomi Python Burma itu sebagai berikut:
Python bivittatus bivittatus (Kuhl, 1820)
Bangladesh, Cambodia, China, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Thailand and Vietnam
Python bivittatus progschai Jacobs, Auliya & Böhme, 2009 - Sulawesi
Python molurus (Linnaeus, 1758)
Bangladesh, Bhutan, India, Nepal, Pakistan and Sri Lanka

Berbagai macam morph Molurus

Eopard Burmese


Blonde Burmese (caramel)


Ivory Burmese



Platinum (Hypo)


Platinum DH Green & Albino


Calico Burmese



Piedbald Burmese





Python Molurus

Name: Burmese Python
Nama Latin: Python molurus bivittatus

Negara Asal:
 Asia Tenggara, IndonesiaSize: Burmese pythons bisa mencapai panjang 17 to 18 feet dan berat mencapai 200 pounds or lebih. Sangat mungkin ular ini dapat mencapai panjang 10 feet pada 18 bulan. Rekor yang tercatat adalah 26 feet
Umur : Burmese pythons dapat mencapai 25 tahun atau lebih dalam pemeliharaan yang baik.
Perhatian : Dikarenakan ukuran yang besar serta panjangnya ular ini sangat tidak dianjurkan untuk pemula. 

Pemeliharaan.

Memelihara ular ini diperluakan suatu keseriusan dan tidak jarang pula investasi yang sangat mahal. Disebabkan karena tidak adanya penanganan yang memadai ular ini akan menyebabkan kematian. Salah satu contoh adalah mengalungkan ular ini di leher. 

Penampilan

Dengan tersedianya jenis yang banyak di penangkaran, sekarang bisa diperoleh bermacam warna dan jenis. Yang paling populer adalah Albino, Hijau, labyrinth, Granit, Tiger.

Kandang

Seekor Burmese Python ukuran kecil membutuhkan tempat paling minim seukuran aquarium 20 gallon atau lebih, sampai dia mendapat tempat yang lebih besar. Di karenakan ukuran yang besar kadang harus di buat dengan ukuran minimal : Glassterior 450 atau di sesuaikan dengan ukuran Python molurus, sangat tidak disarankan menggunakan kayu yang belum finishing dikarenakan lebih mudah cepat rusak. 

Pemanas dan Penerangan

Lampu UV tidak diperlukan, untuk ular jenis ini. Pencahayaan sekitar 10 sampai dengan 12 jam bisa menggunakan lampu pijar biasa. Menggunakan lampu pijar sebagai pemanas atau keramik penghantar panas dapat juga di pakai sebagai penghangat. Pemanas dari batu santa tidak di anjurkan karena bisa overheat dan membuat ular terluka.

Alas

Indoor / Outdoor carpet model Atroturf TM dianjurkan dalam pemakaian karena mudah dibersihkan dan anti bakteri, selain itu yang paling mudah adalah koran, sangat tidak disarankan mengunakan Alas yang mgandung Cedar karena Cedar mengandung racun yang bisa membunuh ular.

Lingkungan

Dikarenakan ular ini berasal dari Hutan Tropical basah, jadi memerlukan kelembaban yang sesuai. Terlalu lembab dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri maupun jamur demikian halnya apabila terlalu rendah kelembabannya menyebabkan terjadinya masalah dalam pergantian kulit. Di dalam kandang juga bisa disediakan air untuk menjaga kelembaban, tetapi harus di ingat bila malam harus di keluarkan dari kandang karena akan meningkatkan kelembaban..

Diet

Setelah menetas Burmese pythons bisa makan tikus dewasa ukuran kecil sebagai makanan pertama mereka, Burmese pythons dewasa memerlukan kelinci sebagai makanannya, dalam pemebrian makan tidak boleh terlalu sering karena berakibat pada obesitas. Apabila memberikan makan dengan makanan beku harus dicairkan terlebih dahulu guna mengurangi resiko terlukanya ular karena makan makan yang masih beku. Sangat tidak dianjurakan memberi makan dari bianatang liar karena mungkin masih mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan ular.

Perawatan dan Pembersihan

Kandang harus dibersihkan setiap hari, apa bila menggunakan indoor/outdoor carpet sangat disarankan mempunyai dua untuk dipakai bergantian, pastikan telah mencuci dan mengeringkan carpet sebelum di pakai lagi. Air yang di dalam kandang harus juga diganti setip hari guna menghindari bakteri yang mungkin masuk bersam kotoran ular. Sanagt disarankan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang ular.